SALATIGA | BESOKLAGI.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan profesional melalui pencanangan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Langkah ini menjadi kelanjutan dari capaian sebelumnya setelah Rutan Salatiga berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sekaligus sebagai bentuk penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan prima kepada masyarakat dan warga binaan.
Sebagai wujud nyata keseriusan tersebut, Kepala Rutan Salatiga bersama seluruh jajaran petugas melaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas, yang berlangsung pada Senin (09/02).
Penandatanganan ini menandai kesepakatan bersama seluruh petugas untuk bekerja secara profesional, transparan, dan berintegritas dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai titik awal perubahan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum perubahan dalam memberikan pelayanan prima, tanpa korupsi, tanpa pungli, dan tanpa diskriminasi,” katanya.
Dalam amanatnya, Anton menyampaikan bahwa Komitmen Bersama dan Pakta Integritas merupakan bukti konkret dari kesungguhan seluruh jajaran dalam meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik.
“Komitmen dan Pakta Integritas adalah wujud nyata komitmen dan tanggung jawab kita untuk bekerja profesional, berintegritas, dan akuntabel,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar senantiasa mengedepankan pelayanan terbaik, baik kepada warga binaan maupun masyarakat, dengan mengedepankan sikap humanis dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pelayanan yang berkualitas harus mampu memberikan dampak kemanfaatan yang nyata serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
Anton menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama antar subseksi serta seluruh petugas dalam mendukung terwujudnya target kinerja yang telah ditetapkan.
Di akhir amanatnya, Anton berharap soliditas dan kolaborasi internal dapat menjadi kekuatan utama dalam mengoptimalkan pelaksanaan 15 program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya yang berkaitan langsung dengan peningkatan kinerja Rumah Tahanan Negara. (*)






