UIN Salatiga Tambah Tiga Guru Besar, Dua Perempuan Ukir Sejarah Akademik

- Editor

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengukuhan tiga guru besar UIN Salatiga dalam Sidang Terbuka tahun 2026.

Pengukuhan tiga guru besar UIN Salatiga dalam Sidang Terbuka tahun 2026.

SALATIGA | BESOKLAGI.COM- Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga kembali mencatatkan sejarah penting dalam pengembangan akademik dengan mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Terbuka yang digelar pada Senin (09/02/2026). Momen ini semakin istimewa karena dua di antaranya merupakan guru besar perempuan pertama di lingkungan UIN Salatiga.

Dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar UIN Salatiga kini mencapai 28 orang yang tersebar di berbagai bidang keilmuan strategis. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kualitas sumber daya akademik sekaligus komitmen institusi dalam penguatan tridarma perguruan tinggi.

Tiga guru besar yang resmi dikukuhkan adalah Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Keluarga Islam; Prof. Dr. Suwardi, M.Pd. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Strategi Pembelajaran Madrasah; serta Prof. Dr. Maslikhah, M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Studi Lingkungan.

Baca Juga  Tinta Anak-Anak untuk Wali Kota: Merayakan Kartini dengan Gagasan Kecil yang Besar

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Phil. KH. Sahiron Syamsuddin, M.A., turut hadir dan memberikan apresiasi atas capaian akademik tersebut. Ia menilai pengukuhan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam bagi masyarakat.

“Selamat kepada tiga guru besar yang dikukuhkan hari ini. Semoga ketiganya dapat mengembangkan ilmu pada masing-masing bidang yang ditekuni dan memberi manfaat nyata kepada masyarakat,” ujar Prof. Sahiron dalam sambutannya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. mengangkat tema Dekonstruksi Hukum Perkawinan di Indonesia. Ia menyoroti dinamika perubahan sosial yang menuntut pendekatan hukum keluarga Islam yang lebih responsif dan berkeadilan.

Baca Juga  Longsor Dini Hari di Kaliangkrik, Warga Terbangun oleh Suara Runtuhan Tanah

“Tema ini lahir dari kegelisahan intelektual sebagai akademisi hukum keluarga Islam yang terus berhadapan dengan perubahan sosial, pergeseran relasi gender, dan tuntutan keadilan substantif dalam kehidupan keluarga muslim Indonesia,” ujarnya di hadapan para hadirin.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Fakultas Syariah tersebut menegaskan bahwa dekonstruksi hukum perkawinan bukanlah upaya meniadakan nilai agama, melainkan ikhtiar akademik untuk menghidupkan kembali ruh keadilan sebagai tujuan utama syariah dan hukum.

Sementara itu, Prof. Dr. Suwardi, M.Pd. menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Landasan Strategi Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Dalam Bingkai Transendentalisme – Rasionalis Religius – Rahmatan lil ’Alamiin (Philosophy of The Rectangle).

Baca Juga  Ora Jogo Etik! Pemuda Ngawi Neko-neko Laku'no Pelecehan Ning Jalan, Polisi Cepet Tumindak"

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara filsafat materialisme dan transendentalisme dalam strategi pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas oleh Kementerian Agama.

Dari bidang studi lingkungan, Prof. Dr. Maslikhah, M.Si. memaparkan orasi ilmiah berjudul Manajemen Pengelolaan Limbah Kayu pada Industri Plywood sebagai Daya Dukung Perusahaan Berwawasan Lingkungan.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FTIK tersebut menjelaskan, “Daya dukung perusahaan yang berwawasan lingkungan didapat dari peran aktif dan parsipatif dalam berbagai kolaborasi dengan stake holder, termasuk masyarakat, karyawan, dan pemerintah.” Ia menegaskan bahwa perusahaan berwawasan lingkungan harus memiliki sistem pengelolaan limbah yang integratif, akuntabel, serta mampu dikelola secara kontinyu dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Exit Tol Pattimura Segera Dibangun, Kontrak Resmi Ditandatangani
Kodim 0714/Salatiga dan Polres Semarang Perkuat Pengamanan Mudik di Rest Area KM 456 A
Bazar Murah Ramadan Korem 073/Makutarama Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Wali Kota dan Kapolres Salatiga Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026
Ramadhan Penuh Berkah, JSIT Jateng Resmikan Kantor Baru dengan Aksi Sosial
Ribuan Miras dan Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Jelang Operasi Ketupat Candi 2026
Dandim 0714/Salatiga Tutup TMMD di Desa Pucung, Jalan Cor 748 Meter Berhasil Diselesaikan
Satu Tewas dan Tiga Luka dalam Kecelakaan Tiga Truk di Tol KM 431 Kabupaten Semarang

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 07:57

Exit Tol Pattimura Segera Dibangun, Kontrak Resmi Ditandatangani

Kamis, 19 Maret 2026 - 04:49

Kodim 0714/Salatiga dan Polres Semarang Perkuat Pengamanan Mudik di Rest Area KM 456 A

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:25

Bazar Murah Ramadan Korem 073/Makutarama Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:57

Wali Kota dan Kapolres Salatiga Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:42

Ramadhan Penuh Berkah, JSIT Jateng Resmikan Kantor Baru dengan Aksi Sosial

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:59

Dandim 0714/Salatiga Tutup TMMD di Desa Pucung, Jalan Cor 748 Meter Berhasil Diselesaikan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:32

Satu Tewas dan Tiga Luka dalam Kecelakaan Tiga Truk di Tol KM 431 Kabupaten Semarang

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:01

Respons Cepat TNI, Danrem 073 Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Ungaran Timur

Berita Terbaru