KAB. SEMARANG | BESOKLAGI.COM – Pemandangan berbeda terlihat setiap siang di SD Negeri Bener 01, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Setelah bel pulang sekolah berbunyi, seorang guru tak langsung beristirahat, melainkan berganti peran menjadi sopir yang mengantarkan para siswanya pulang ke rumah menggunakan mobil antar sekolah.
Sosok tersebut adalah Gani Prasasti, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Dengan sigap ia mengemudikan sebuah Suzuki Carry tahun 2003 yang sebelumnya merupakan angkutan kota. Kendaraan bekas itu kini telah disulap menjadi mobil antar siswa sebagai bentuk pelayanan sekolah kepada peserta didik.
Setiap hari, usai menyelesaikan tugas mengajar, Gani mengantar sekitar 15 hingga 20 siswa menuju sejumlah titik pemberhentian yang telah ditentukan di wilayah Desa Bener. Layanan tersebut menjadi solusi bagi para orang tua yang kesulitan menjemput anak-anak mereka sepulang sekolah.
“Ada rute yang telah ditentukan untuk dilewati, paling jauh sekira tiga kilometer, itu dua siswa pindahan. Di setiap dusun di Desa Bener ada tiga sampai empat titik turun para siswa,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Gani, keberadaan mobil antar merupakan bagian dari upaya sekolah memberikan rasa aman kepada siswa saat perjalanan pulang. Selama layanan berjalan, pihak sekolah juga belum pernah menerima keluhan dari orang tua, bahkan justru mendapat respons positif.
“Ini bagian dari fasilitas dan menjamin siswa yang pulang sekolah aman dan selamat sampai rumah. Alhamdulillah tidak pernah ada komplain dari orangtua karena mereka malah sangat terbantu dengan adanya mobil pengantar ini,” kata Gani.
Ia menjelaskan, layanan mobil antar mulai beroperasi sejak Juni 2026, menjelang libur awal tahun pelajaran baru. Dalam pelaksanaannya, Gani sempat mengalami kendala ketika harus memastikan seluruh siswa turun di lokasi yang tepat sehingga membutuhkan bantuan rekan guru maupun petugas sekolah.
“Saya akhirnya dibantu Wali Kelas I, yang sama-sama pukul 10.00 WIB, telah selesai mengajar dan bisa mengantar sekolah. Termasuk juga dari penjaga sekolah yang sering membantu,” kata Gani.
Kepala SD Negeri Bener 01, Sugiyatno, mengungkapkan bahwa mobil yang digunakan merupakan bekas angkutan umum yang telah berganti pelat hitam. “Dibeli total Rp. 20 juta, termasuk memasang stiker di bodi mobil dan perawatan, dari gotong royong guru,” ujarnya. Ia menambahkan, “Mobil tersebut dibeli secara cash, uangnya dari patungan guru-guru, termasuk juga ada yang dari koperasi simpan pinjam, nanti mengangsurnya ke koperasi. Semua dilakukan secara sukarela dan ikhlas,” ujarnya.
Sugiyatno menjelaskan, gagasan menghadirkan mobil antar lahir dari hasil survei yang dilakukan sekitar satu tahun lalu. Banyak orang tua mampu mengantar anak ke sekolah pada pagi hari, tetapi kesulitan menjemput karena harus bekerja. “Orangtua bekerja jadi tidak bisa menjemput, karena itu kita berkomitmen mengantar siswa pulang dengan mobil tersebut,” kata Sugiyatno. “Namun kami tegaskan bahwa hanya bisa mengantar pulang, kalau menjemput untuk ke sekolah tidak bisa. Ini karena memang keterbatasan sumber daya yang ada,” paparnya.
Layanan antar pulang tersebut tidak dipungut tarif tetap. Siswa hanya diminta memberikan pembayaran secara sukarela melalui kotak yang tersedia di dekat pintu mobil. Dana yang terkumpul sepenuhnya digunakan untuk membeli bahan bakar operasional. “Kan sifatnya memang tidak memaksa, hari ini naik, besok tidak naik, juga tidak masalah. Mengisi Rp. 1.000,- atau Rp. 2.000,- juga tergantung siswa,” ujar Sugiyatno. Keberadaan mobil ini pun disambut antusias para siswa, salah satunya Meila Mumtaza Wahyuni, siswi kelas IV SD Negeri Bener 01 yang mengatakan, “Selain lebih aman, juga seru karena di mobil bisa ngobrol dengan teman. Kalau naik, saya bayar Rp. 2.000,-,” ujarnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, mobil tersebut dapat melakukan satu kali atau lebih perjalanan setiap hari, menyesuaikan jumlah siswa yang memanfaatkan layanan antar pulang tersebut. (*)






