SALATIGA | BESOKLAGI.COM — Suasana khidmat menyelimuti Rumah Tahanan Salatiga pada Senin, 2 Maret 2026. Puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti shalat tarawih berjamaah dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.
Kegiatan ibadah tersebut digelar di selasar rutan salatiga dan berlangsung dengan tertib. Lantunan doa dan ayat-ayat suci menggema di antara dinding bangunan, menghadirkan suasana religius yang menyejukkan hati para warga binaan yang mengikuti ibadah malam itu.
Shalat tarawih dipimpin oleh imam dari Yayasan Hati Beriman Salatiga yang secara rutin memberikan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Kehadiran pembina dari yayasan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembinaan spiritual di lingkungan rutan.
Usai shalat tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama. Para WBP tampak antusias dan bersemangat membaca ayat-ayat suci sebagai bentuk ikhtiar meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama Ramadan.
Kebersamaan dalam tadarus menghadirkan nuansa persaudaraan di antara para warga binaan. Momen tersebut menjadi ruang refleksi diri, sekaligus penguat tekad untuk menjalani masa pidana dengan sikap yang lebih sabar dan penuh harapan.
Pembimbing kepribadian Rutan Salatiga, Candra Widianto, mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan para warga binaan di bulan Ramadan.” Ia menegaskan bahwa pembinaan kerohanian menjadi salah satu program penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan.
Menurutnya, pembinaan spiritual tidak hanya sebatas pelaksanaan ibadah rutin, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai moral dan pengendalian diri. Melalui pendekatan keagamaan, diharapkan warga binaan mampu memperbaiki sikap dan perilaku selama menjalani masa pembinaan.
Sementara itu, Yusuf, salah satu narapidana kasus pencurian, mengaku merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. “Saya sangat senang dengan adanya shalat tarawih berjamaah ini, walaupun sedang menjalani masa pidana saya tetap bisa fokus untuk beribadah pada bulan Ramadan ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa suasana Ramadan di dalam rutan memberinya kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Baginya, momentum bulan suci menjadi waktu yang tepat untuk merenungi kesalahan masa lalu dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui kegiatan ibadah rutin seperti tarawih dan tadarus, diharapkan momentum Ramadan dapat dimanfaatkan para WBP untuk introspeksi diri serta memperbaiki akhlak ke arah yang lebih positif selama menjalani masa pidana. Semangat kebersamaan dan pembinaan rohani ini menjadi cahaya harapan di balik jeruji, menghadirkan optimisme bagi masa depan para warga binaan. (*)






