SEMARANG | BESOKLAGI.COM – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menandatangani Komitmen Bersama Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (8/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kepala daerah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah sebagai bentuk penguatan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN).
Penandatanganan komitmen bersama ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memastikan pengelolaan sumber daya manusia aparatur dilakukan secara objektif, transparan, dan berbasis kompetensi. Manajemen talenta diharapkan mampu menciptakan ASN yang profesional dan berintegritas.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Salatiga hadir didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Drs. Muthoin, M.Si., serta Kepala BKPSDM Kota Salatiga, Jumiarto, A.P., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Salatiga terhadap kebijakan pengembangan ASN berbasis talenta.
Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakhrullah, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, serta 35 bupati dan wali kota se-Jawa Tengah. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong reformasi manajemen kepegawaian.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menerapkan manajemen talenta ASN melalui Peraturan Gubernur. Ia menekankan bahwa pengelolaan karier ASN harus dilakukan secara profesional dan tidak lagi bersifat subjektif.
Menurut Gubernur, seluruh proses mutasi, promosi, maupun demosi aparatur sipil negara harus dilakukan berdasarkan kompetensi dan kinerja. “Tidak ada lagi mutasi, pengangkatan, maupun demosi ASN berdasarkan suka atau tidak suka. Semua dilakukan melalui manajemen talenta yang mewadahi kemampuan dan potensi masing-masing individu,” tegas Luthfi.
Atas konsistensi dan komitmen tersebut, Badan Kepegawaian Negara memberikan predikat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai daerah terbaik dalam penerapan manajemen talenta. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya berkelanjutan dalam membangun sistem kepegawaian yang modern dan berkeadilan.
Gubernur Ahmad Luthfi juga mengajak seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk mengimplementasikan sistem manajemen talenta di daerah masing-masing. Dengan demikian, organisasi perangkat daerah dapat diisi oleh aparatur yang benar-benar kompeten dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Penerapan manajemen talenta dinilai mampu mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan nasional maupun daerah, termasuk visi-misi Presiden, gubernur, bupati, dan wali kota. ASN yang ditempatkan sesuai kompetensi diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.
Saat ini, tercatat lima kabupaten/kota di Jawa Tengah telah menerapkan manajemen talenta, yakni Kabupaten Cilacap, Kota Magelang, Kota Tegal, Kota Pekalongan, dan Kota Semarang. Pemerintah Kota Salatiga melalui penandatanganan komitmen ini menyatakan kesiapan untuk mendukung dan mengembangkan sistem serupa demi mewujudkan birokrasi yang profesional dan berdaya saing. (*)






