SALATIGA | BESOKLAGI.COM – Sebanyak 42 pelajar tingkat SLTP dan SLTA asal Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, serta Boyolali diamankan Polres Salatiga, Minggu (31/8/2025). Mereka diduga hendak terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi ricuh, menyusul insiden sehari sebelumnya yang dipicu oleh penyusupan kelompok anarko.
Dari pemeriksaan, sejumlah pelajar kedapatan membawa batu dan senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk melempari petugas saat aksi berlangsung. Meski demikian, Polres Salatiga memilih langkah preventif dengan melakukan pembinaan, bukan proses hukum.
Pembinaan di Pendopo Polres Salatiga
Kegiatan pembinaan berlangsung di Pendopo Widya Qasana Tribrata Polres Salatiga. Uniknya, para pelajar didampingi langsung orang tua mereka. Acara juga dihadiri Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, S.P.Og, Kapolres Salatiga AKBP Veronica, S.H., S.I.K., M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri, Wakil Wali Kota Salatiga, perwakilan Danrem, serta Kepala Dinas Pendidikan.
Wali Kota: Jaga Salatiga Tetap Jadi Kota Tertoleran
Dalam arahannya, Wali Kota Robby menegaskan bahwa pelajar tidak seharusnya ikut dalam aksi unjuk rasa. Ia menekankan peran penting orang tua, guru, dan pemerintah dalam membimbing anak-anak agar tidak salah arah.
“Unjuk rasa belum diperbolehkan bagi anak-anak. Ini tanggung jawab kita bersama, khususnya orang tua. Kota Salatiga adalah Kota Tertoleran, sehingga sangat tidak elok apabila ternodai oleh aksi ricuh. Mari kita jaga dan pertahankan predikat itu,” tegasnya.
Kapolres: Mereka Korban Salah Pemahaman
Kapolres Salatiga, AKBP Veronica, meminta maaf kepada para orang tua atas ketidaknyamanan yang terjadi, namun menegaskan bahwa langkah pengamanan ini penting untuk menjaga situasi kondusif.
“Anak-anak kita diduga akan ikut berunjuk rasa dan melakukan tindakan yang tidak dibenarkan hukum. Mari jadikan momentum ini untuk menanamkan kesadaran hukum dan wawasan kebangsaan,” ujar Veronica.
Ia menambahkan bahwa para pelajar sejatinya hanyalah korban dari pemahaman yang keliru. “Mari kita benahi bersama agar mereka kembali ke jalan yang benar, menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat,” pungkasnya.
Sinergi Jaga Generasi dan Kota
Kegiatan pembinaan berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Selain pengarahan, juga disampaikan pesan moral dari Wakil Wali Kota, Kajari, Kepala Dinas Pendidikan, hingga perwakilan TNI.
Sinergi Pemkot, TNI–Polri, dan orang tua ini menjadi bukti nyata komitmen bersama menjaga keamanan Kota Salatiga sekaligus membimbing generasi muda agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif. (*)