SALATIGA | BESOKLAGI.COM – Penguatan sinergi dan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Salatiga dalam rangka memaksimalkan pelaksanaan program pembangunan daerah. Upaya ini dinilai penting agar program-program pemerintah tidak berjalan secara parsial, monoton, maupun tumpang tindih antarinstansi.
Melalui kolaborasi yang terintegrasi, program pembangunan diharapkan mampu saling melengkapi dan menutup berbagai celah pembangunan yang masih ada di masyarakat. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran, khususnya dalam menjawab persoalan sosial ekonomi.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Wakil Wali Kota Salatiga menerima audiensi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan terkait Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RKPD) Kota Salatiga Tahun 2025–2029. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (06/01/2026) pagi di Ruang Kerja Wakil Wali Kota.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Salatiga untuk menyatukan visi dan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menurunkan angka kemiskinan. Pemerintah daerah menilai bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja bersama lintas sektor dan perencanaan yang matang.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga, Dr. Siswo Hartanto, S.E., M.Si. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan laporan terkait proses penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang telah dilakukan secara komprehensif.
Menurutnya, penyusunan RPKD diawali dengan analisis kondisi wilayah untuk menentukan lokasi-lokasi prioritas penanganan kemiskinan. Pendekatan ini dilakukan agar intervensi program dapat lebih fokus dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tiap wilayah.
“Terdapat sembilan dimensi yang diharapkan dan direncanakan untuk kita perbaiki untuk penanganan kemiskinan yakni konsumsi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ketahanan pangan, sosial, ekonomi, dan kewilayahan. Kita juga menargetkan kemiskinan kita turun sampai di angka 2,54% di 2030. Kami melaporkan di 2025 kita sudah bisa mencapai penurunan yang sangat baik yaitu di, 4,20% yang sebenarnya itu adalah target untuk 2026, dan untuk 2026 nanti kita harapkan bisa turun lagi berada di tiga koma sekian persen.”
Capaian tersebut menunjukkan hasil positif dari berbagai program yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kota Salatiga bersama OPD terkait. Kendati demikian, upaya penanggulangan kemiskinan tetap perlu ditingkatkan secara berkelanjutan melalui inovasi dan penguatan koordinasi.
Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD atas kinerja dan capaian yang telah diraih, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan. Ia menekankan pentingnya mempertahankan capaian tersebut sekaligus mendorong terobosan baru.
“Salah satu kunci untuk kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama yang baik adalah dengan komunikasi yang baik. Saya ingin semua OPD ini bisa menyampaikan program dan strategi yang akan dilakukan, sehingga antardinas ini bisa saling men-support dan juga saling menutupi celah satu sama lain. Untuk evaluasi tolong bisa laporkan ke saya keberhasilan program itu per tiga bulan, sehingga sebelum evaluasi enam bulan ini kita bisa tau apa yang harus kita persiapkan, kendala pelaksanaan di lapangan, sehingga di evaluasi enam bulan kita sudah ada solusi yang harus kita jalankan, sehingga di semester akhir itu kita bisa maksimal.”
Melalui audiensi ini, Pemerintah Kota Salatiga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas OPD. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Kota Salatiga. (*)






