Aliansi Mahasiswa Salatiga Gelar Aksi, Kritik Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota

- Editor

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Salatiga, Dr. Robby menemui dan mendengarkan tuntutan Aliansi Mahasiswa Salatiga.

Wali Kota Salatiga, Dr. Robby menemui dan mendengarkan tuntutan Aliansi Mahasiswa Salatiga.

SALATIGA | BESOKLAGI.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Salatiga menggelar aksi unjuk rasa di pintu masuk Pemerintah Kota Salatiga, Senin (9/2/2026). Aksi yang dimotori Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut menjadi penanda menguatnya kritik terhadap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Salatiga yang dinilai belum menyentuh akar persoalan publik.

Beragam spanduk dan poster bernada kritik dibentangkan massa. Mulai dari isu lingkungan hingga tata kelola anggaran, tertulis di antaranya “Salatiga Darurat Sampah”, “Kalian Itu Pelayan”, “Stop Poya-poya Pakai Uang Rakyat”, “Kami Lapar Keadilan Bukan Janji”, hingga “Walikota vs Rakyat Salatiga, Hentikan Kepemimpinan Otoriter ala Raja”. Mahasiswa juga menyinggung proyek TWR, kenaikan retribusi sampah, serta persoalan layanan dasar PDAM.

Koordinator aksi dari HMI, Saiful Anwar, menyatakan aksi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap kepemimpinan Wali Kota Salatiga selama setahun terakhir.

Baca Juga  Forkopimda Salatiga Kunjungi Rutan: Tinjau Kesiapan Natal dan Tahun Baru

“Tujuan aksi hari ini adalah menyampaikan beberapa tuntutan yang menjadi keresahan, yang sudah kita maklumi selama satu tahun kepemimpinan Robby, yang tidak ada tindak lanjut, tidak ada kinerja baik, ataupun perbaikan,” kata Saiful di sela aksi.

Saiful menilai komunikasi antarlembaga di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga tidak berjalan sehat. Ia menyebut DPRD, khususnya melalui Fraksi Gerindra, telah memberi ruang dan waktu kepada wali kota untuk melakukan perbaikan.

“Tapi seperti yang kita rasakan bersama-sama, tidak ada perubahan dan tidak ada kemauan untuk berubah dari wali kota sendiri,” ujarnya.

Salah satu sorotan utama massa adalah anggaran sewa kendaraan dinas wali kota yang disebut mencapai Rp. 815 juta per tahun. Anggaran tersebut dinilai bertolak belakang dengan pernyataan wali kota di awal masa jabatan.

“Awal dilantik wali kota menyampaikan tidak mau membebani APBD dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi saat ini justru menganggarkan sewa mobil kendaraan dinas dengan nilai fantastis,” kata Saiful.

Baca Juga  Menjaga Mata Air, Merawat Warisan: Tradisi Susuk Wangan di Kabupaten Semarang

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti belum cairnya insentif guru honorer di Salatiga. Menurut Saiful, persoalan tersebut kerap berhenti pada pernyataan di media tanpa realisasi di lapangan.

“Insentif guru selalu kita gaungkan. Faktanya, beberapa guru honorer benar-benar belum menerima insentif yang seharusnya diterima,” ucapnya.

Aksi tersebut turut diikuti mahasiswa dari GMNI, IMI, dan AKMI. Saiful menegaskan aksi dilakukan setelah melalui kajian selama satu bulan. Ia menyayangkan respons pemerintah yang dinilai lebih fokus pada pencitraan di media sosial.

“Seakan-akan apa yang kita kaji dan kita sampaikan ini hanya omong kosong belaka, sehingga masyarakat merasa Kota Salatiga baik-baik saja, padahal ada permasalahan yang disembunyikan,” ujarnya.

Baca Juga  Hijrah di Balik Jeruji: WBP Salatiga Temukan Kedamaian Lewat Al-Qur’an dan Dzikir

Menanggapi tuntutan massa, Wali Kota Salatiga, Dr. Robby, menyatakan pemerintah daerah tengah berupaya mencari sumber pendanaan di luar APBD untuk menyelesaikan berbagai persoalan kota.

“Kami juga menyadari banyak bangunan-bangunan yang mangkrak, dan itu adalah tugas kami untuk menyelesaikannya. Program-programnya sudah ada, mari kita diskusi dan berdialog,” katanya.

Terkait kebijakan retribusi sampah, Robby menegaskan hal tersebut merupakan amanat Perda Tahun 2024. Ia mengklaim sempat menunda pemberlakuannya.

“Awal 2025 sudah saya tunda, sudah saya hold pemberlakuannya. Saat itu saya dihujat karena dianggap melanggar undang-undang. Setelah satu tahun sosialisasi dan kajian konsep penatalaksanaan sampah di Salatiga, sekarang ribut juga,” ujar Robby.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berakhir tanpa bentrokan. Meski demikian, tuntutan mahasiswa menambah deretan kritik publik terhadap arah kebijakan Pemerintah Kota Salatiga. (*)

Berita Terkait

TNI Manunggal Membangun Desa, TMMD Ke-127 Resmi Dimulai
Dirut BPR Salatiga Jadi Tersangka, Wali Kota Tegaskan Layanan Bank Tetap Normal
Dandim 0714/Salatiga Pimpin Upacara Bendera, Tekankan Soliditas dan Komunikasi Satuan
UIN Salatiga Tambah Tiga Guru Besar, Dua Perempuan Ukir Sejarah Akademik
Rutan Salatiga Deklarasikan Pelayanan Tanpa Korupsi dan Pungli
Upacara Bendera Berbeda, Kapolres Salatiga Hadir Langsung di SMPN 3
Dandim Baru 0714/Salatiga Resmi Dilantik, Fokus Keamanan dan Stabilitas Wilayah
Salatiga Eco Park (SAE), Destinasi Wisata Edukasi Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:53

TNI Manunggal Membangun Desa, TMMD Ke-127 Resmi Dimulai

Selasa, 10 Februari 2026 - 03:23

Dirut BPR Salatiga Jadi Tersangka, Wali Kota Tegaskan Layanan Bank Tetap Normal

Selasa, 10 Februari 2026 - 02:58

Dandim 0714/Salatiga Pimpin Upacara Bendera, Tekankan Soliditas dan Komunikasi Satuan

Senin, 9 Februari 2026 - 11:25

UIN Salatiga Tambah Tiga Guru Besar, Dua Perempuan Ukir Sejarah Akademik

Senin, 9 Februari 2026 - 11:09

Rutan Salatiga Deklarasikan Pelayanan Tanpa Korupsi dan Pungli

Senin, 9 Februari 2026 - 07:04

Aliansi Mahasiswa Salatiga Gelar Aksi, Kritik Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota

Jumat, 6 Februari 2026 - 07:34

Dandim Baru 0714/Salatiga Resmi Dilantik, Fokus Keamanan dan Stabilitas Wilayah

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:37

Salatiga Eco Park (SAE), Destinasi Wisata Edukasi Ramah Lingkungan

Berita Terbaru

Upacara pembukaan TMMD diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI dan Polri, pemerintah daerah serta tokoh masyarakat.

BERITA JATENG

TNI Manunggal Membangun Desa, TMMD Ke-127 Resmi Dimulai

Selasa, 10 Feb 2026 - 07:53