Jateng Perluas Produksi Beras Rendah Karbon, Gandeng Uni Eropa Dorong Pertanian Ramah Iklim

Imam Prabowo

- Editor

Senin, 30 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

SURAKARTA | BESOKLAGI.COM – Dalam upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah konkret dengan memperluas produksi beras rendah karbon (low carbon rice). Untuk mendukung inisiatif ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan komitmen memperkuat kerja sama dengan negara-negara Uni Eropa guna mendorong pertanian yang lebih berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi antara Gubernur Ahmad Luthfi dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, serta delegasi dari 12 negara Uni Eropa di Aula Tawangarum, Balai Kota Surakarta, Senin (30/6/2025). Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama yang sudah dimulai sejak 2022.

Adapun ke-12 negara yang turut hadir dalam delegasi tersebut adalah Austria, Siprus, Jerman, Belanda, Spanyol, Swedia, Belgia, Denmark, Finlandia, Lithuania, dan Polandia. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung penerapan praktik pertanian rendah karbon yang telah dijalankan di sejumlah wilayah Soloraya.

Baca Juga  Mutasi Pejabat Pemkot Salatiga: Wali Kota Robby Hernawan Tegaskan Transparansi dan Profesionalisme

“Pertemuan ini adalah bagian dari kelanjutan hubungan kerja sama yang telah terjalin, terutama untuk mendukung swasembada pangan melalui produksi beras rendah karbon,” ujar Gubernur Luthfi dalam sambutannya.

Gubernur menjelaskan bahwa Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional. Pada 2024, luas tanam padi di provinsi ini mencapai sekitar 1,5 juta hektare dengan produksi 8,8 juta ton gabah kering giling, menyumbang 16,73 persen dari stok pangan nasional. Di tahun 2025, produksi padi ditargetkan meningkat hingga 11,8 juta ton.

Program beras rendah karbon di Jawa Tengah telah diluncurkan sejak 2022 melalui inisiatif SWITCH-Asia Low Carbon Rice. Program ini menyasar pengurangan emisi karbon dari sektor pertanian dengan cara menghubungkan petani ke penggilingan padi skala kecil, serta membuka akses pasar langsung ke konsumen seperti restoran dan hotel.

Salah satu keberhasilan nyata ditunjukkan dari pilot project di Kabupaten Klaten, yang berhasil memanen 100 hektare sawah dengan hasil sekitar 600 ton gabah. Program ini tidak hanya menurunkan emisi karbon hingga 80 persen, tapi juga memangkas biaya penggilingan hingga 40 persen dan meningkatkan mutu hasil panen.

Baca Juga  Polda Jateng Nyekel Bos Debt Collector ingkang Viral, Pelaku Mumpet Wonten ing Jambi

Selain dari sisi pertanian, pendekatan teknologi juga diimplementasikan. Gubernur mendorong transisi menuju pertanian berkelanjutan dengan mengganti mesin penggilingan berbahan bakar solar menjadi listrik, mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan mengoptimalkan efisiensi air irigasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menyebutkan bahwa perluasan program ini turut menggandeng sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Saat ini, Bank Indonesia telah berkontribusi dengan pengadaan mesin penggilingan padi listrik di enam titik, yakni di Demak, Jepara, Kudus, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang, dengan nilai investasi mencapai Rp1,8 miliar.

Namun, untuk jangka panjang, Pemprov Jateng tidak berhenti pada konversi ke listrik. Sesuai arahan Gubernur, penggunaan energi terbarukan menjadi prioritas, terutama sumber daya tenaga surya. “Kami sedang membahas dan merancang pilot project penggilingan padi bertenaga surya, kemungkinan akan dimulai dengan 1 hingga 2 unit terlebih dahulu,” jelas Dyah.

Baca Juga  Taksi Mobil Listrik Evista Catat Berbagai Pencapaian di 2024

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari pemerintah daerah. Ia mengungkapkan ketertarikan Uni Eropa untuk belajar langsung dari praktik ketahanan pangan yang telah dijalankan di Jawa Tengah.

“Kami ingin belajar dari Indonesia, terutama Jawa Tengah, sebagai salah satu lumbung pangan terbesar tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Kami percaya praktik seperti low carbon rice ini bisa menjadi contoh global dalam menghadapi tantangan iklim,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam kerja sama internasional di bidang pangan dan lingkungan, dengan harapan dapat memperluas praktik pertanian rendah emisi demi masa depan bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Gibran di UKSW: Pembangunan Papua Harus Dikawal Bersama
JSIT Jawa Tengah Gelar Youth Leadership Training, Bekali Pemuda Hadapi Bonus Demografi
Mobil Tertimpa Pohon Pete di Tengaran, Pengemudi Selamat
Pengurus PAKASA Salatiga Resmi Dilantik, Budaya Jawa Diteguhkan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota
Sempat Hilang dari Anggaran, Insentif Guru Non-ASN Salatiga Tetap Dibayarkan
Ribuan Bibit Ditanam, Bukit Delok Jadi Simbol Pemulihan Merbabu
Wali Kota Salatiga Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN se-Jawa Tengah
Awal 2026, Wali Kota Salatiga Satukan Arah Pembangunan Lewat Rakor Camat dan Lurah

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 11:00

Gibran di UKSW: Pembangunan Papua Harus Dikawal Bersama

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:59

JSIT Jawa Tengah Gelar Youth Leadership Training, Bekali Pemuda Hadapi Bonus Demografi

Minggu, 25 Januari 2026 - 04:48

Mobil Tertimpa Pohon Pete di Tengaran, Pengemudi Selamat

Minggu, 25 Januari 2026 - 04:26

Pengurus PAKASA Salatiga Resmi Dilantik, Budaya Jawa Diteguhkan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota

Jumat, 23 Januari 2026 - 03:10

Sempat Hilang dari Anggaran, Insentif Guru Non-ASN Salatiga Tetap Dibayarkan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:05

Wali Kota Salatiga Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN se-Jawa Tengah

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:54

Awal 2026, Wali Kota Salatiga Satukan Arah Pembangunan Lewat Rakor Camat dan Lurah

Kamis, 8 Januari 2026 - 05:45

Kolaborasi Polri dan Petani, Polres Salatiga Sukseskan Panen Raya Jagung

Berita Terbaru

Talkshow di UKSW Salatiga yang dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

BERITA JATENG

Gibran di UKSW: Pembangunan Papua Harus Dikawal Bersama

Senin, 26 Jan 2026 - 11:00

BERITA JATENG

Mobil Tertimpa Pohon Pete di Tengaran, Pengemudi Selamat

Minggu, 25 Jan 2026 - 04:48