SALATIGA | BESOKLAGI.COM – Upaya memperkokoh ketahanan pangan Kota Salatiga mulai digerakkan sejak awal tahun 2026. Hal tersebut ditandai dengan audiensi antara Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp. OG., dan jajaran Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Tengah yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota, Selasa (6/1/2026).
Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat namun sarat perencanaan strategis itu turut dihadiri Pj. Sekda Kota Salatiga, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Pertemuan ini difokuskan pada perumusan strategi distribusi pangan yang lebih inklusif dan berpihak pada ekonomi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Robby menegaskan komitmennya untuk menjadikan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai fondasi penguatan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara Bulog, Dinas Koperasi, dan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) agar sistem distribusi pangan berjalan lebih tertata dan terarah.
“Sinergi ini harus nyata. Saya ingin PDAU menjadi partner resmi Bulog yang mengawal operasional KKMP. Jadi, jalurnya jelas dan terarah,” tutur Robby di depan jajaran Bulog dan OPD terkait.
Lebih lanjut, Wali Kota juga menyoroti peran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai strategis dalam mendukung keberlangsungan KKMP. ASN diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak koperasi.
Ia pun menegaskan bahwa keberadaan KKMP tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan pedagang kecil. “KKMP kita arahkan sebagai distributor untuk warung-warung terdekat. Eceran hanya untuk bahan tertentu saja. Prinsipnya, kita ingin keberadaan koperasi ini justru menghidupkan, bukan mematikan usaha kecil,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Salatiga juga mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan melalui KKMP. Kebijakan ini diambil agar perputaran ekonomi tetap berputar di wilayah Salatiga dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Menanggapi hal tersebut, Pemimpin Wilayah BULOG Jawa Tengah, Sri Muniati, menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung visi Wali Kota Salatiga. Ia mengungkapkan bahwa hingga 4 Januari 2026, stok beras di Jawa Tengah mencapai 242.813 ton dan dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan hingga pertengahan tahun.
Sri Muniati juga mengapresiasi keberadaan 23 unit KKMP di Kota Salatiga yang sebagian besar telah bertransformasi menjadi Rumah Pangan Kita (RPK). “Kami ingin ASN di Salatiga menjadi influencer ekonomi. Melalui KKMP, rantai distribusi dipangkas, sehingga masyarakat mendapatkan harga yang jauh lebih murah tanpa mengurangi kualitas. Infrastruktur kami di Gudang Harjosari siap mendukung penuh kebutuhan ini,” ungkap Sri Muniati.
Audiensi tersebut diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk menyusun petunjuk teknis operasional PDAU sebagai transporter. Penyusunan juknis ini diharapkan mampu memperjelas peran masing-masing pihak di lapangan, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Salatiga sebagai kota yang mandiri dan berketahanan pangan pada tahun 2026. (*)






