Tangis Haru Pecah di Wisuda Serbaindo, Rekor Nasional Terukir dan Ribuan Lowongan di Negeri Sakura Menanti

Imam Prabowo

- Editor

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Imam Prabowo

SALATIGA | BESOKLAGI.COM – Suasana haru membuncah di Ballroom Laras Asri Salatiga, Sabtu (9/12/2025). Isak tangis para orang tua dan siswa mengiringi prosesi wisuda ke-12 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Serbaindo Salatiga. Sebanyak 85 lulusan satu per satu maju menerima pengukuhan, lalu berlari memeluk orang tua mereka, menciptakan momen yang membuat seisi ruangan ikut berkaca-kaca.

Namun bukan hanya air mata haru yang mengalir. Tahun ini Serbaindo juga mencetak prestasi nasional: 12 siswa dinyatakan lulus level N3, level kemampuan bahasa Jepang yang disebut-sebut belum pernah dicapai lembaga pelatihan lain.

“Maaf ya, kalau di LPK lain nggak ada, karena itu hafalannya saja 3000 kosakata, kanjinya juga seribuan,” ujar CEO Serbaindo Group, Iman Abdul Rahman atau yang akrab disapa Papi Iman, saat ditemui Besoklagi.com di sela acara wisuda.

Baca Juga  Kodim 0714/Salatiga Tegaskan Dukungan dalam Operasi Keselamatan Candi 2025: Sinergi Demi Ketertiban Berlalu Lintas

Ledakan Lowongan Kerja Jepang: 5.000 Orang Dibutuhkan, Serbaindo Pasang Target Tinggi

Tak hanya rekor, kabar besar juga datang dari dunia penempatan kerja luar negeri. Di panggung wisuda itu, Papi Iman mengumumkan permintaan tenaga kerja skala jumbo dari Jepang.

“Kita launching sekarang untuk tahun depan. Kita ada permintaan job 5000 orang,” ujarnya mantap.

Ia menegaskan, permintaan tersebut baru berasal dari wilayah Osaka saja. Total kebutuhan tenaga kerja di kawasan itu mencapai 45.000 orang dalam lima tahun sebuah peluang emas yang terus meningkat setiap tahun.

“LPK Serbaindo sudah mengirim 850 lebih ke Jepang. Memang trennya dari tahun ke tahun naik ya ke Jepang,” tambahnya.

Meski target besar, Papi Iman optimis.

“Kalaupun nggak 5000, minimal tiga ribuan lah. 2000-3000 bisa. Insya Allah tercapai.”

Namun ada catatan penting: persoalan mental dan etos kerja generasi muda Indonesia.

Baca Juga  Presiden Prabowo Subianto Melayat Mendiang Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang di Katedral Jakarta

“Anak zaman sekarang itu maunya gaji besar, berdasi, nggak mau kotor-kotoran. Tapi kurang untuk berusaha. Kita terus edukasi masyarakat agar mau berjuang,” tegasnya.

Kisah Wisudawan: Dari Latihan Disiplin hingga Mimpi Buka Coffee Shop di Masa Depan

Di balik gemerlap wisuda, ada cerita para lulusannya.

Salah satunya Rina Mulya Sarota Habibah, gadis asal Wonosobo yang hari itu menjadi salah satu lulusan paling bersemangat.

Ia mengaku memilih LPK Serbaindo bukan hanya karena program bahasa Jepang, tetapi karena pembinaan disiplin dan spiritual yang ditanamkan.

“Tidak hanya sekadar belajar bahasa Jepang, tetapi dilatih juga tentang disiplin, salat 5 waktu. Agamanya itu dilatih banget,” ungkapnya.

Selama pelatihan, Rina merasakan suasana yang penuh kebersamaan.

“Sangat seru, banyak teman, banyak kegiatan yang menyenangkan,” katanya sambil tersenyum.

Keinginannya bekerja di Jepang sudah ia rencanakan sejak lulus SMK. Alasannya sederhana: gaji lebih besar, negara aman, dan masa depan lebih pasti.

Baca Juga  Wawali Salatiga Buka Pelatihan Manajemen OKP 2025, Dorong Pemuda Jadi Agen Perubahan

Rina bahkan sudah menyusun mimpi jangka panjang.

“Kalau sudah kerja lama, pengen jadi pengusaha… punya coffee shop sama bakery,” ujarnya penuh harap.

Baginya, bekerja di Jepang adalah langkah realistis.

“Di sini gajinya kecil, untuk masa depan dan usaha belum mencukupi,” ucapnya lugas.

Serbaindo, ‘Jembatan’ ke Jepang yang Terus Diperkuat

Dengan kombinasi pembelajaran disiplin, target penempatan kerja ribuan orang, serta capaian akademik seperti lulusannya yang menembus level N3, Serbaindo semakin memantapkan diri sebagai salah satu lembaga pelatihan paling diperhitungkan di Jawa Tengah.

Di ujung acara, pelukan hangat antara siswa dan orang tua kembali menjadi saksi bahwa perjalanan mereka baru saja dimulai dari panggung wisuda, menuju tanah impian: Negeri Sakura. (*)

Berita Terkait

Gibran di UKSW: Pembangunan Papua Harus Dikawal Bersama
JSIT Jawa Tengah Gelar Youth Leadership Training, Bekali Pemuda Hadapi Bonus Demografi
Mobil Tertimpa Pohon Pete di Tengaran, Pengemudi Selamat
Pengurus PAKASA Salatiga Resmi Dilantik, Budaya Jawa Diteguhkan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota
Sempat Hilang dari Anggaran, Insentif Guru Non-ASN Salatiga Tetap Dibayarkan
Ribuan Bibit Ditanam, Bukit Delok Jadi Simbol Pemulihan Merbabu
Wali Kota Salatiga Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN se-Jawa Tengah
Awal 2026, Wali Kota Salatiga Satukan Arah Pembangunan Lewat Rakor Camat dan Lurah

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 11:00

Gibran di UKSW: Pembangunan Papua Harus Dikawal Bersama

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:59

JSIT Jawa Tengah Gelar Youth Leadership Training, Bekali Pemuda Hadapi Bonus Demografi

Minggu, 25 Januari 2026 - 04:48

Mobil Tertimpa Pohon Pete di Tengaran, Pengemudi Selamat

Minggu, 25 Januari 2026 - 04:26

Pengurus PAKASA Salatiga Resmi Dilantik, Budaya Jawa Diteguhkan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota

Jumat, 23 Januari 2026 - 03:10

Sempat Hilang dari Anggaran, Insentif Guru Non-ASN Salatiga Tetap Dibayarkan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:05

Wali Kota Salatiga Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN se-Jawa Tengah

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:54

Awal 2026, Wali Kota Salatiga Satukan Arah Pembangunan Lewat Rakor Camat dan Lurah

Kamis, 8 Januari 2026 - 05:45

Kolaborasi Polri dan Petani, Polres Salatiga Sukseskan Panen Raya Jagung

Berita Terbaru

Talkshow di UKSW Salatiga yang dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

BERITA JATENG

Gibran di UKSW: Pembangunan Papua Harus Dikawal Bersama

Senin, 26 Jan 2026 - 11:00

BERITA JATENG

Mobil Tertimpa Pohon Pete di Tengaran, Pengemudi Selamat

Minggu, 25 Jan 2026 - 04:48