SOLO | BESOKLAGI.COM – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah menggelar kegiatan Youth Leadership Training bertajuk Memaksimalkan Peran Pemuda Islam, Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, Ahad (25/01/2026), bertempat di Insan Mulia Convention Hall, Solo.
Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar JSIT Jawa Tengah dalam menyiapkan generasi muda, khususnya dari kalangan pelajar SMA/SMK Islam Terpadu, agar memiliki kesiapan kepemimpinan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Siswa JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Wasis Pambudi, M.Pd., menekankan pentingnya pengelolaan bonus demografi secara bijak dan terencana melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Bonus demografi yang ada patut untuk disyukuri. Akan tetapi lebih bijak dan cerdas apabila diiringi dengan ikhtiar maksimal mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional, berprestasi, dan berdaya saing. Mampu mengelola dan memberdayakan potensi sumber daya alam dan sumber daya ilmu teknologi untuk kemajuan peradaban manusia,” ungkap Wasis.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang merupakan siswa dan siswi SMA/SMK IT dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, menunjukkan antusiasme tinggi generasi muda terhadap pengembangan kepemimpinan dan wawasan masa depan bangsa.
Youth Leadership Training ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Eng. Khoirul Anwar, M.Eng., salah satu ilmuwan Indonesia yang telah mendunia dan kerap menjadi pembicara di berbagai forum internasional, khususnya dalam bidang Quantum Technology dan Meaningful Digital Transformation.
Dalam pemaparannya, Prof. Khoirul menjelaskan beberapa indikator penting dalam potret Indonesia Emas 2025 yang menjadi pijakan menuju Indonesia Emas 2045.
“Pertama, Indonesia masuk ke dalam 5-7 besar ekomoni dunia. Kedua, menjadi hub teknologi di ASEAN. Ketiga, dihormati sebagai negara produsen ilmu dan teknologi, bukan sekedar negara pasar. Keempat, mandiri dalam keamanan siber dan teknologi strategi. Kelima, memiliki kapabilitas quantum technology,” papar Prof. Khoirul.
Ia juga mengingatkan bahwa bonus demografi tidak serta-merta menjamin kemajuan suatu bangsa apabila tidak dikelola dengan baik dan visioner.
“Bonus demografi tidak sama dengan jaminan kemajuan. Apabila salah kelola akan menjadi beban sosial ekonomi. Tahun 2045 saat pemuda hari ini menjadi pemimpin nenjadi pengambil keputusan. Masa depan Indonesia ditentukan kualitas kepemimpinan generasi muda, bukan jumlahnya,” lanjut Prof Khoirul.
Menurutnya, kualitas kepemimpinan yang kuat, berintegritas, dan berilmu menjadi kunci utama dalam menentukan arah masa depan Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Menutup sesi materinya, Prof. Khoirul memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta agar senantiasa bersemangat dalam belajar dan berprestasi di mana pun mereka melanjutkan studi.
“Dimanapun Anda nanti lanjut studi, maka ukirlah prestasi. Cintailah semua ilmu, karena ilmu itu baik. Belajarlah sungguh-sungguh, bacalah jurnal paper hasil penelitian. Berprestasilah di bidang masing-masing. Jangan berhenti berinteraksi dengan Al-Qur’an, karena Al-Qur’an itu sumber ilmu, panduan hidup yang hakiki,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah berharap dapat melahirkan generasi muda Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi pemimpin berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045. (*)






