Geger! Saham Nvidia Ambles 17% Setelah DeepSeek AI Muncul

- Editor

Kamis, 30 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham Nvidia (NVDA) mengalami penurunan drastis lebih dari 10% setelah munculnya laporan mengenai DeepSeek AI, sebuah entitas kecerdasan buatan asal Tiongkok yang diklaim memiliki kemampuan serupa dengan produk Nvidia tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Kemunculan DeepSeek AI mengguncang industri kecerdasan buatan global dan memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas biaya serta daya saing Nvidia di sektor pusat data dan AI, yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan dan narasi dominan di pasar saham Amerika Serikat.

Salah satu faktor yang membuat DeepSeek AI mencuri perhatian adalah klaim bahwa mereka hanya menghabiskan dana sebesar USD $6 juta untuk riset dan pengembangannya, angka yang jauh lebih kecil dibandingkan investasi raksasa yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan AI lainnya, termasuk Nvidia. Namun, angka ini masih belum dapat diverifikasi secara independen, sehingga memunculkan spekulasi mengenai transparansi serta sumber pendanaan sebenarnya dari proyek tersebut.

Beberapa analis menduga bahwa DeepSeek AI memiliki dukungan dari High Flying, sebuah entitas yang didirikan oleh pengusaha sekaligus investor Liang Wenfeng. Lebih lanjut, terdapat dugaan bahwa High Flying memiliki hubungan erat dengan pemerintah Tiongkok, yang selama ini berusaha mempercepat kemajuan teknologinya di tengah ketegangan perdagangan dan persaingan strategis dengan Amerika Serikat. Jika dugaan ini benar, maka DeepSeek AI tidak hanya menjadi pesaing potensial bagi Nvidia dalam aspek teknologi dan harga, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari strategi geopolitik yang lebih luas, di mana Tiongkok berusaha mengurangi ketergantungannya pada teknologi Amerika.

Baca Juga  Disruptive Doctors Conference 2025: Bermitra dengan Bisnis Kesehatan untuk Membentuk Masa Depan Kedokteran

Dengan adanya faktor-faktor ini, pelaku pasar kini mempertanyakan apakah Nvidia masih dapat mempertahankan dominasinya di sektor AI dan pusat data, atau justru harus menghadapi kompetisi sengit dari pemain baru yang menawarkan alternatif lebih murah dengan dukungan kuat dari negara pesaing utama AS.

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok secara teoritis memiliki potensi untuk menyaingi inovasi yang dikembangkan oleh Amerika Serikat, yang masih mendominasi industri ini. Namun, kehadiran model AI berbiaya rendah telah lebih dulu mengguncang pasar saham AS, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Hingga saat ini, perkembangan AI yang didorong oleh perusahaan-perusahaan seperti Nvidia telah terbukti andal dan dominan di pasar global. Bahkan, DeepSeek AI sendiri dikabarkan menggunakan sekitar 50.000 unit GPU Nvidia sebagai tenaga pemrosesan utama. Chip-chip ini dibeli dalam jumlah besar tepat sebelum pemerintah AS menerapkan kebijakan embargo terhadap ekspor chip ke Tiongkok.

Beberapa analis saham terkemuka, termasuk Wedbush, mengakui bahwa DeepSeek AI berpotensi menimbulkan disrupsi di industri AI. Meski demikian, mereka juga menyoroti bahwa ekosistem AI di Amerika Serikat jauh lebih luas dan kompleks, mencakup berbagai aspek penting seperti industri semikonduktor, sumber daya energi, pusat data, hingga infrastruktur teknologi lainnya. Oleh karena itu, sulit membayangkan bahwa satu model AI saja, seperti DeepSeek, dapat sepenuhnya menggoyahkan dominasi AS di sektor ini.

Baca Juga  Nusantara Global Network Bermitra dengan FBS Broker untuk Memperluas Peluang Trading dan Afiliasi di Asia Tenggara

Wedbush bahkan tidak tergesa-gesa untuk menurunkan peringkat saham perusahaan-perusahaan AI utama hanya karena aksi jual panik yang terjadi akibat berita tentang DeepSeek. Menurut mereka, Nvidia dan perusahaan teknologi lainnya masih memiliki strategi yang solid untuk mempertahankan keunggulan mereka di industri ini.

Saat ini, Nvidia tetap fokus pada rencana ekspansinya, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas produksi chip generasi terbaru mereka, Blackwell, hingga 100%. Selain itu, perusahaan ini juga bersiap untuk meluncurkan iterasi GPU terbaru, Rubin, yang dijadwalkan rilis pada pertengahan tahun ini. Berbeda dari generasi sebelumnya, Rubin merupakan chipset GPU pertama yang secara khusus dirancang untuk menangani beban kerja komputasi pusat data AI, menjadikannya inovasi yang sangat dinantikan oleh industri.

Dari segi keuangan, Nvidia diperkirakan tetap berada dalam posisi yang solid, meskipun laju pertumbuhan pendapatannya kemungkinan akan mengalami perlambatan. Meski demikian, ekspektasi terhadap kinerja Nvidia tetap tinggi. Wedbush memproyeksikan bahwa pertumbuhan pendapatan perusahaan ini akan mencapai 75% secara tahunan (year-over-year).

Baca Juga  Rayakan Ulang Tahun ke-11 Grand Galaxy Park: Serene Festivities

Secara finansial, Nvidia masih menunjukkan ketahanan yang kuat. Arus kas perusahaan diperkirakan terus tumbuh dengan signifikan hingga kuartal ketiga 2024. Selain itu, peningkatan pada piutang dan inventaris berkontribusi terhadap kenaikan total aset, sementara rasio utang yang sehat memastikan bahwa Nvidia tetap mampu menutupi pembayaran dividen serta mendanai kebutuhan riset dan pengembangannya (R&D) tanpa kendala berarti.

Pergerakan harga Bitcoin dan Aset kripto lainnya, saham amerika serikat, dan emas digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena aset yang kamu miliki akan terjamin oleh perlindungan asuransi Sinar Mas sehingga terlindungi dari risiko cybercrime. Dan Nanovest juga telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman untuk digunakan. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.

Berita Terkait

Menko Pangan dan Mendag Sambangi Salatiga, Salurkan Bantuan Beras dan Pantau Harga Pangan
Danrem 073, Dandim 0714 dan Wali Kota Salatiga Tinjau Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Maruarar Sirait dan Tito Karnavian Gaungkan Ekonomi Kerakyatan Lewat FLPP di UKSW
Wujudkan Tata Kelola Transparan, Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin Buka Pelatihan Akuntansi KKM
Wali Kota Dorong Penguatan Ekonomi Lewat Sektor Perikanan, Pokdakan di Salatiga Dapat Bantuan Sarpras
Wali Kota Salatiga Tekankan Penguatan SDM dan Tata Kelola Koperasi Kelurahan Merah Putih
Ikan Bukan Sekadar Lauk, Walikota Salatiga: Ini Investasi Masa Depan Salatiga
Kopi dan Vanili Salatiga Siap Go Internasional, Wakil Wali Kota Sambut Audiensi Asprindo Jateng

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 06:07

Menko Pangan dan Mendag Sambangi Salatiga, Salurkan Bantuan Beras dan Pantau Harga Pangan

Selasa, 30 Desember 2025 - 09:50

Danrem 073, Dandim 0714 dan Wali Kota Salatiga Tinjau Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Kerakyatan

Jumat, 7 November 2025 - 01:22

Maruarar Sirait dan Tito Karnavian Gaungkan Ekonomi Kerakyatan Lewat FLPP di UKSW

Senin, 3 November 2025 - 12:06

Wujudkan Tata Kelola Transparan, Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin Buka Pelatihan Akuntansi KKM

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:58

Wali Kota Dorong Penguatan Ekonomi Lewat Sektor Perikanan, Pokdakan di Salatiga Dapat Bantuan Sarpras

Rabu, 15 Oktober 2025 - 07:34

Wali Kota Salatiga Tekankan Penguatan SDM dan Tata Kelola Koperasi Kelurahan Merah Putih

Selasa, 16 September 2025 - 23:57

Ikan Bukan Sekadar Lauk, Walikota Salatiga: Ini Investasi Masa Depan Salatiga

Kamis, 11 September 2025 - 01:23

Kopi dan Vanili Salatiga Siap Go Internasional, Wakil Wali Kota Sambut Audiensi Asprindo Jateng

Berita Terbaru

Talkshow di UKSW Salatiga yang dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

BERITA JATENG

Gibran di UKSW: Pembangunan Papua Harus Dikawal Bersama

Senin, 26 Jan 2026 - 11:00

BERITA JATENG

Mobil Tertimpa Pohon Pete di Tengaran, Pengemudi Selamat

Minggu, 25 Jan 2026 - 04:48