Dari Petilasan Nyai Sekar, Reog Kendalen Tegaskan Identitas Budaya di Tengah Arus Modern

- Editor

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. SEMARANG | BESOKLAGI.COM – Aroma dupa yang membumbung perlahan dan alunan tembang Jawa membuat suasana Punden Kali Kembang terasa begitu sakral, Sabtu (15/11/2025). Tempat yang oleh warga Jetak dikenal sebagai petilasan Nyai Sekar itu menjadi pusat rangkaian ritual peringatan ulang tahun ke-74 Kesenian Kendalen Wiroyudo — sebuah momentum budaya yang menghadirkan nuansa magis dan meneguhkan kembali akar tradisi desa.

 

Kasi Perencanaan dan Umum Desa Jetak, Sumarno, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan atas perjalanan panjang paguyuban seni tersebut.

“Ulang tahun ke-74 Kendalen Wiroyudo dan diadakan ritual di Punden Kali Kembang atau Nyai Sekar. Paguyuban ini mulai tahun 1951 dan pernah juara nasional tahun 1984 di Jakarta. Dulu dibina oleh Sunoto Karim sebagai sesepuh. Tujuannya melestarikan kearifan lokal,” ujarnya.

Baca Juga  Pengelolaan Anggaran di Masa Transisi: Andri Lesmano Pimpin Diskusi Strategis Kanwil Ditjenpas NTT

Jejak Reog Kendalen memang berlapis sejarah. Sejak berdiri pada 1951, kelompok seni ini menjadi identitas budaya masyarakat Jetak. Prestasi nasional pada 1984 di Jakarta mengukuhkan reputasinya, dan hingga kini Reog Kendalen tetap hadir bukan sebagai hiburan semata, tetapi sebagai simbol jati diri yang diwariskan antar generasi.

Kepala Desa Jetak, Sarinah, menambahkan bahwa perayaan kali ini juga dirangkaikan dengan hari jadi desa, sehingga maknanya menjadi semakin lengkap. Menurutnya, pelestarian budaya harus terus diperjuangkan di tengah tantangan zaman.

Baca Juga  Wawali Salatiga Buka Pelatihan Manajemen OKP 2025, Dorong Pemuda Jadi Agen Perubahan

“Kegiatan hari jadi dan ulang tahun kesenian Reog Kendalen Wiroyudo yang ke-74 ini diharapkan bisa melestarikan seni budaya, khususnya di desa kami, dan untuk negara juga. Karena sekarang ini nguri-uri budaya Jawa itu sudah mulai punah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tahunan tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tetap mencintai seni tradisional.

“Harapannya kegiatan ini bisa menambah motivasi untuk tetap melestarikan budaya Jawa. Pesan kepada kawula muda, harus semangat bersama, guyub rukun, menjalin silaturahmi demi lestarinya adat budaya Jawa,” tambahnya.

Baca Juga  Kapolres Salatiga Jadi Irup di SMPN 1 Salatiga, Ajak Pelajar Jadi Generasi Disiplin dan Anti Narkoba

Meski arus modernisasi terus berjalan, Sarinah menilai bahwa identitas budaya di Dusun Kendal masih terjaga kuat. “Hari ini bisa menjadi pelopor dan penyemangat bagi kawula muda. Di Desa Kendal sendiri budaya masih sangat kental,” ujarnya.

Perayaan 74 tahun Reog Kendalen Wiroyudo menjadi bukti bahwa budaya Jawa tidak sekadar diwariskan, tetapi benar-benar dihidupi oleh masyarakat. Di balik gemuruh Reog dan heningnya ritual di Punden Kali Kembang, tersimpan komitmen untuk terus menjaga nyala tradisi agar tetap hidup lintas generasi. (*)

Berita Terkait

Polda Jateng Bongkar 318 Kasus Narkoba dalam 47 Hari, 386 Tersangka Diamankan
Longsor Tutup Akses Jalan Desa, Koramil 10/Sumowono Lakukan Kerja Bakti Darurat
Gubernur Jateng Apresiasi Petani Saat Panen Raya di Kabupaten Semarang
Sepanjang Ramadan, 150 UMKM Ramaikan Jalan Langensuko dan Margosari
Sambut Ramadan, Rutan Salatiga Gelar Kerja Bakti Bersama Warga Binaan
Respons Cepat, TNI-Polri dan Pemrov Jateng Turun ke Lokasi Longsor Ungaran Timur
Pawai Ramadhan SDIT Nidaul Hikmah Penuh Semangat dan Keceriaan
Kecelakaan di Persimpangan Gamol, Motor R15 Hantam Truk Wingbox

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 17:48

Polda Jateng Bongkar 318 Kasus Narkoba dalam 47 Hari, 386 Tersangka Diamankan

Senin, 23 Februari 2026 - 13:11

Longsor Tutup Akses Jalan Desa, Koramil 10/Sumowono Lakukan Kerja Bakti Darurat

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:31

Gubernur Jateng Apresiasi Petani Saat Panen Raya di Kabupaten Semarang

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:11

Sepanjang Ramadan, 150 UMKM Ramaikan Jalan Langensuko dan Margosari

Rabu, 18 Februari 2026 - 04:12

Sambut Ramadan, Rutan Salatiga Gelar Kerja Bakti Bersama Warga Binaan

Jumat, 13 Februari 2026 - 04:21

Pawai Ramadhan SDIT Nidaul Hikmah Penuh Semangat dan Keceriaan

Jumat, 13 Februari 2026 - 04:04

Kecelakaan di Persimpangan Gamol, Motor R15 Hantam Truk Wingbox

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:36

Manasik Haji 2026 Resmi Dibuka, 214 CJH Salatiga Siap Berangkat

Berita Terbaru