Salatiga Eco Park (SAE), Destinasi Wisata Edukasi Ramah Lingkungan

- Editor

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjung destinasi Wisata Edukasi Salatiga Eco Park, pariwisata baru di Kota Salatiga.

Pengunjung destinasi Wisata Edukasi Salatiga Eco Park, pariwisata baru di Kota Salatiga.

SALATIGA | BESOKLAGI.COM – Salatiga terus memperkaya wajah pariwisatanya dengan menghadirkan destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan. Salah satunya adalah Salatiga Eco Park (SAE), sebuah kawasan wisata yang memadukan nilai budaya dan ilmu pengetahuan sebagai daya tarik utama.

Kota Salatiga yang dikenal sebagai kota pelajar dengan tingkat toleransi masyarakat yang tinggi, bahkan kerap disebut sebagai Indonesia mini, kini semakin lengkap dengan hadirnya SAE. Destinasi wisata ini dirancang untuk menjadi ruang belajar sekaligus rekreasi yang ramah lingkungan.

Mengusung konsep eco green, Salatiga Eco Park berdiri di atas lahan seluas 5 hektare. Kawasan ini menyuguhkan perpaduan ilmu pengetahuan modern dengan warisan budaya lama nenek moyang bangsa Indonesia yang perlahan mulai terlupakan akibat derasnya arus modernisasi.

Baca Juga  Percepat Adopsi AI: Lintasarta Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Asia

Berlokasi di kawasan Salib Putih, SAE memantapkan diri sebagai wisata edukasi yang menawarkan pengalaman belajar menyeluruh. Konsep yang diusung tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pengetahuan yang dapat dirasakan secara langsung oleh para pengunjung.

Salatiga Eco Park membagi wahana edukasinya ke dalam tiga bagian utama. Ketiganya meliputi edukasi profesi yang terdiri dari sejumlah gubug tematik, edukasi pojok science, serta area art work yang menampilkan beragam karya dan benda bernilai historis.

Pemilik Salatiga Eco Park, Roy Wibisono, menjelaskan bahwa konsep edukasi yang dihadirkan berfokus pada pengalaman praktek langsung. Menurutnya, pembelajaran semacam ini memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada anak-anak mengenai berbagai profesi dan teknologi.

Baca Juga  Bawa Misi “Salatigaverse” ke Kancah Internasional, Siswa SMP RUQ Al Falah Salatiga Siap Berlaga di Malaysia, Dinas Pendidikan Dukung Penuh

“Edukasi yang kami usung adalah edukasi yang memberikan pengalaman praktek langsung, sehingga anak- anak memiliki gambaran nyata tentang profesi jaman dahulu ataupun bagaimana sebuah alat bekerja. Sebagai contoh anak- anak bisa belajar bagaimana menggunakan canting di gubug batik, bagaimana seorang empu membentuk keris di gubug pande besi, serta bagaimana lampu pijar mampu menyala, itu bagaimana rangkaian alatnya, anak-anak bisa mempraktekkan sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, pada bagian art work, pengunjung disuguhi berbagai peralatan modern pada masanya di zaman dahulu. Beberapa di antaranya adalah telepon kuno, layar tancep, hingga foto-foto jadul yang merekam perjalanan teknologi dan budaya di masa lampau.

Melalui konsep tersebut, SAE berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang bermanfaat. “Kami menginginkan pengunjung yang telah datang dan menikmati SAE akan pulang dengan mendapatkan ilmu, sehingga kunjungannya ke SAE itu bermanfaat,” lanjut Roy pemilik SAE.

Baca Juga  Kecelakaan Maut Depan Pasar Kalijambe, Truk Tangki Terguling Tewaskan Satu Orang

Menariknya, pada bagian akhir perjalanan wisata, setiap pengunjung akan memperoleh souvenir yang berbeda dari tempat wisata pada umumnya. SAE memberikan bibit pohon cabai sebagai cinderamata yang segar dan bernilai edukatif.

Bibit pohon cabai tersebut ditanam di dalam gelas plastik bekas minuman yang sebelumnya digunakan oleh pengunjung. Langkah ini sejalan dengan prinsip eco green yang diusung SAE, yakni mengurangi sampah plastik sekaligus mengajak pengunjung berkontribusi langsung dalam upaya pelestarian bumi. (*)

Berita Terkait

Kodim 0714/Salatiga dan Polres Semarang Perkuat Pengamanan Mudik di Rest Area KM 456 A
Bazar Murah Ramadan Korem 073/Makutarama Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Wali Kota dan Kapolres Salatiga Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026
Ramadhan Penuh Berkah, JSIT Jateng Resmikan Kantor Baru dengan Aksi Sosial
Ribuan Miras dan Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Jelang Operasi Ketupat Candi 2026
Dandim 0714/Salatiga Tutup TMMD di Desa Pucung, Jalan Cor 748 Meter Berhasil Diselesaikan
Satu Tewas dan Tiga Luka dalam Kecelakaan Tiga Truk di Tol KM 431 Kabupaten Semarang
Respons Cepat TNI, Danrem 073 Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Ungaran Timur

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 04:49

Kodim 0714/Salatiga dan Polres Semarang Perkuat Pengamanan Mudik di Rest Area KM 456 A

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:25

Bazar Murah Ramadan Korem 073/Makutarama Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:57

Wali Kota dan Kapolres Salatiga Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:42

Ramadhan Penuh Berkah, JSIT Jateng Resmikan Kantor Baru dengan Aksi Sosial

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:56

Ribuan Miras dan Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Jelang Operasi Ketupat Candi 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:32

Satu Tewas dan Tiga Luka dalam Kecelakaan Tiga Truk di Tol KM 431 Kabupaten Semarang

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:01

Respons Cepat TNI, Danrem 073 Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Ungaran Timur

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:24

Kabar Baik! Proyek Exit Tol Patimura Salatiga Segera Dibangun

Berita Terbaru