Sempat Hilang dari Anggaran, Insentif Guru Non-ASN Salatiga Tetap Dibayarkan

- Editor

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Sekda Kota Salatiga, Muthoin ketika diwawancarai mengenai insentif guru non-ASN.

Penjabat Sekda Kota Salatiga, Muthoin ketika diwawancarai mengenai insentif guru non-ASN.

SALATIGA | BESOKLAGI.COM – Kekhawatiran para pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN di Kota Salatiga terkait hilangnya insentif kesejahteraan pada tahun 2026 mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kota Salatiga memastikan dana insentif tersebut tetap akan dibayarkan meskipun sempat tidak tercantum dalam penganggaran awal.

Kepastian itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin. Ia menegaskan bahwa solusi atas persoalan insentif tersebut telah disepakati melalui rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Masalah insentif guru non-ASN yang biasanya diterima setiap satu bulan sekali, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, sudah ada solusinya. Masalah pembayaran masih menunggu waktu,” kata Muthoin, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga  JSIT Jateng Gelar Youth Leadership Camp: Ratusan Siswa SMAIT Dibekali Kesiapan Mental dan Akademik Menuju Kampus

Muthoin memastikan insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN tetap dianggarkan. Besaran insentif tersebut juga tidak mengalami perubahan, yakni sebesar Rp. 500.000,00 per bulan untuk setiap penerima, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, tidak tercantumnya anggaran insentif dalam Tahun Anggaran 2026 bukan tanpa alasan. Pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) memaksa Pemerintah Kota Salatiga melakukan penyesuaian dan rasionalisasi anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah.

“Karena hal itu, akhirnya kami melakukan rasionalisasi di berbagai organisasi perangkat daerah. Ternyata anggaran tersebut di Dinas Pendidikan ikut terpotong,” ungkapnya.

Terkait waktu pencairan, Muthoin mengaku belum dapat memastikan jadwal pasti. Saat ini, pemerintah daerah masih memproses prosedur dan ketentuan administrasi yang harus dipenuhi sebelum insentif tersebut dapat dicairkan.

Baca Juga  Dandim Baru 0714/Salatiga Resmi Dilantik, Fokus Keamanan dan Stabilitas Wilayah

Meski demikian, ia menegaskan para pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN tidak perlu merasa cemas. Pemerintah daerah, kata dia, telah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Untuk guru non-ASN, tenang saja. Insyaallah sudah ada solusi. Tinggal menunggu waktu dan prosedur yang harus dilakukan,” terangnya.

Sebelumnya, kabar tidak dianggarkannya insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN pada tahun 2026 sempat memicu keresahan. Sejumlah guru mengaku kecewa karena dana tersebut selama ini menjadi penopang utama kebutuhan hidup mereka.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Kepala Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nusa Indah 02, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Rizka Fitriarini. Ia mengaku terpukul saat mendengar kabar insentif yang rutin diterima setiap bulan terancam tidak cair.

Baca Juga  Kasus Korupsi Aset Negara Cilacap: Gus Yazid Resmi Diamankan Kejagung

“Kalau dari insentif itu memang kami sangat mengandalkan. Besarnya Rp. 500.000,00 per bulan. Kalau itu tidak ada, kami hanya mendapat gaji dari SPP siswa, yaitu Rp. 75.000.00 per bulan,” ujar Rizka, Rabu (14/1/2026).

Dengan adanya kepastian solusi dari Pemerintah Kota Salatiga, para pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN kini tinggal menunggu realisasi. Harapannya, insentif yang sempat terkatung-katung tersebut dapat segera dicairkan dan kembali menjadi penopang kesejahteraan mereka. (*)

Berita Terkait

Cetak SDM Berstandar Global, LPK Serbaindo Kirim Ratusan Tenaga Kerja ke Jepang
Exit Tol Pattimura Segera Dibangun, Kontrak Resmi Ditandatangani
Kodim 0714/Salatiga dan Polres Semarang Perkuat Pengamanan Mudik di Rest Area KM 456 A
Bazar Murah Ramadan Korem 073/Makutarama Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Wali Kota dan Kapolres Salatiga Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026
Ramadhan Penuh Berkah, JSIT Jateng Resmikan Kantor Baru dengan Aksi Sosial
Ribuan Miras dan Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Jelang Operasi Ketupat Candi 2026
Dandim 0714/Salatiga Tutup TMMD di Desa Pucung, Jalan Cor 748 Meter Berhasil Diselesaikan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 03:43

Cetak SDM Berstandar Global, LPK Serbaindo Kirim Ratusan Tenaga Kerja ke Jepang

Rabu, 1 April 2026 - 07:57

Exit Tol Pattimura Segera Dibangun, Kontrak Resmi Ditandatangani

Kamis, 19 Maret 2026 - 04:49

Kodim 0714/Salatiga dan Polres Semarang Perkuat Pengamanan Mudik di Rest Area KM 456 A

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:25

Bazar Murah Ramadan Korem 073/Makutarama Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:57

Wali Kota dan Kapolres Salatiga Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:56

Ribuan Miras dan Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Jelang Operasi Ketupat Candi 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:59

Dandim 0714/Salatiga Tutup TMMD di Desa Pucung, Jalan Cor 748 Meter Berhasil Diselesaikan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:32

Satu Tewas dan Tiga Luka dalam Kecelakaan Tiga Truk di Tol KM 431 Kabupaten Semarang

Berita Terbaru