Siap-siap! Pengamen Tahun 2026 Akan Ditindak Tegas, Ini Jelasnya

Imam Prabowo

- Editor

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Imam Prabowo

SALATIGA | BESOKLAGI.COM – Pemerintah Kota Salatiga mulai memperkuat upaya sosialisasi terkait Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Kawasan Tertib Tuna Sosial. Kebijakan baru tersebut menjadi landasan penataan aktivitas di ruang publik, dengan target pada tahun 2026 Salatiga bebas dari aktivitas tuna sosial seperti pengamen, pengemis, manusia silver, badut jalanan, dan aktivitas serupa yang kerap muncul di area publik.

Kepala Dinas Sosial Kota Salatiga, dr. Riani Isyana Pramasanti, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Bagus Kadarman, menjelaskan bahwa tahapan yang dilakukan saat ini masih berupa pra-penindakan dan menitikberatkan pada kegiatan sosialisasi agar masyarakat memahami substansi Perda tersebut.

“Perlu kami informasikan kepada masyarakat Kota Salatiga, bahwa di tahun 2025 kita sudah memiliki Perda baru, yaitu Perda Nomor 10 Tahun 2025 tentang kawasan tertib zona sosial. Amanah Perda ini memberikan acuan kepada masyarakat, dan nanti akan dipasang papan-papan pengumuman di titik-titik tertentu,” ujar Bagus, Selasa (9/12/2025), kepada Besoklagi.com.

Baca Juga  Sinergi SMPIT Insan Madani dan Kodam IV Diponegoro: Mencetak Pemimpin Masa Depan dengan Latihan Kepemimpinan dan Disiplin

Pemasangan Papan Informasi di 30 Titik Strategis

Sebagai salah satu bentuk sosialisasi, pemerintah akan memasang papan informasi berisi larangan serta penjelasan terkait zona tertib sosial di berbagai titik simpang yang selama ini menjadi lokasi aktivitas para tuna sosial.

“Pelaksanaan ini dilakukan melalui dua kegiatan. Pertama, pemasangan plakat atau papan pengumuman di simpang-simpang yang sudah kita eskalasi sebagai kawasan rawan. Yang kedua adalah sosialisasi langsung melalui operasi rahasia PMKS,” jelas Bagus.

Operasi rahasia tersebut tidak dilakukan untuk menindak secara langsung, tetapi memberikan arahan dan pembinaan kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) agar tidak kembali melakukan aktivitas di kawasan tersebut.

Sanksi Tegas bagi Pelanggar Berulang

Perda 10/2025 juga memuat mekanisme penjatuhan sanksi bagi PMKS yang terjaring lebih dari tiga kali. Sanksi tersebut dapat berupa tindak pidana ringan (tipiring) maupun denda maksimal sebesar Rp1.000.000.

Baca Juga  Viol Dhea Kharisma dari Unair Masuk Daftar World Top 2% Scientist 2024

“Secara garis besar, perda tersebut memberi instruksi bahwa bagi para penyandang tuna sosial yang terjaring lebih dari tiga kali nanti akan ada sanksi tegas. Baik berupa tipiring maupun denda maksimal satu juta rupiah. Teknisnya akan dituangkan dalam Perwali yang sedang kami ajukan,” terang Bagus.

Lokasi Zona Tertib Sosial Mencapai 30 Titik

Zona tertib sosial akan diberlakukan di sekitar 30 titik simpang utama di Kota Salatiga, di antaranya Simpang JLS Cebongan, Perempatan Kecandran, Perempatan Pulutan, Tugu batas kota utara–selatan, Simpang ABC, Simpang Pasar Sapi, Simpang Jatis, Pertigaan Palang, kawasan Sukowati dekat Surabaya Motor, Simpang Empat Kalitaman, hingga kawasan Lapangan Pancasila.

Lapangan Pancasila disebut sebagai zona paling vital dalam penerapan kebijakan, mengingat lokasi tersebut merupakan pusat interaksi dan aktivitas warga.

Baca Juga  Pemkot Salatiga Resmikan SPPG Ledok, Perluas Jangkauan Program Makan Bergizi Gratis

“Lapangan Pancasila adalah episentrum Kota Salatiga. Di sana masyarakat berkumpul setiap hari. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan penerapan Perda ini berjalan baik,” jelas Bagus.

Libatkan Tim Gabungan dan Program Pelatihan

Penerapan Perda 10/2025 akan melibatkan tim gabungan dari Dinas Sosial, Satpol PP, Bagian Hukum, Kepolisian, hingga stakeholder terkait. Tidak hanya penertiban, pemerintah juga menyiapkan solusi bagi para PMKS agar dapat hidup lebih mandiri.

“Kami menyiapkan program pelatihan. Jadi jika dalam razia ke-3 mereka kembali terjaring, akan ada pelatihan untuk bekal hidup. Tujuannya agar mereka memiliki kemampuan yang bisa digunakan untuk bekerja,” pungkas Bagus.

Dengan sosialisasi masif dan penegakan yang terstruktur, Pemerintah Kota Salatiga berharap ruang publik menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat menjelang target besar Salatiga bebas tuna sosial pada tahun 2026. (*)

Berita Terkait

Satu Tewas dan Tiga Luka dalam Kecelakaan Tiga Truk di Tol KM 431 Kabupaten Semarang
Respons Cepat TNI, Danrem 073 Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Ungaran Timur
Kabar Baik! Proyek Exit Tol Patimura Salatiga Segera Dibangun
Dahului Truk dari Kiri, Pemotor Tewas Tertabrak Truk di Tengaran
Ramadan di Rutan Salatiga, Momentum Introspeksi dan Pembentukan Karakter
Wakil Wali Kota Salatiga Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG
Video Komplain MBG di SD Dukuh 05 Viral, Sekolah dan SPPG Buka Suara
Polda Jateng Bongkar 318 Kasus Narkoba dalam 47 Hari, 386 Tersangka Diamankan

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:32

Satu Tewas dan Tiga Luka dalam Kecelakaan Tiga Truk di Tol KM 431 Kabupaten Semarang

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:01

Respons Cepat TNI, Danrem 073 Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Ungaran Timur

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:24

Kabar Baik! Proyek Exit Tol Patimura Salatiga Segera Dibangun

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:00

Dahului Truk dari Kiri, Pemotor Tewas Tertabrak Truk di Tengaran

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:40

Ramadan di Rutan Salatiga, Momentum Introspeksi dan Pembentukan Karakter

Senin, 2 Maret 2026 - 05:33

Video Komplain MBG di SD Dukuh 05 Viral, Sekolah dan SPPG Buka Suara

Senin, 23 Februari 2026 - 17:48

Polda Jateng Bongkar 318 Kasus Narkoba dalam 47 Hari, 386 Tersangka Diamankan

Senin, 23 Februari 2026 - 13:11

Longsor Tutup Akses Jalan Desa, Koramil 10/Sumowono Lakukan Kerja Bakti Darurat

Berita Terbaru