KAB. SEMARANG | BESOKLAGI.COM — Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes, S.Hub.Int., M.Han., meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Gantung (Jembatan Perintis) yang menghubungkan Desa Kalikurmo, Kabupaten Semarang, dengan Desa Prigi, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Peninjauan dilaksanakan di Dusun Krajan RT 02 RW 01, Desa Kalikurmo, Kecamatan Bringin, pada Rabu (03/12).
Pembangunan jembatan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses warga dua wilayah yang selama ini terpisahkan aliran sungai. Kehadiran jembatan perintis tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Dalam peninjauan itu, Dandim didampingi Pasi Teritorial, Pasi Intel Kodim 0714/Salatiga, Danramil 04/Bringin, Babinsa Kalikurmo, serta Kepala Desa Kalikurmo. Letkol Inf Guvta memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan menekankan pentingnya keamanan konstruksi selama proses pembangunan. Ia juga berdialog dengan para pekerja dan warga untuk menyerap masukan serta mengetahui hambatan di lapangan.
“Kehadiran jembatan ini sangat penting bagi masyarakat di dua desa. Kami berharap pembangunan berjalan lancar dan segera bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Letkol Guvta.
Ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah terpencil dan masih terisolasi.
“Dengan adanya jembatan gantung ini, diharapkan akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi menjadi lebih mudah,” pungkasnya.
Jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari program Ekspedisi 1000 Jembatan yang dilaksanakan Vertical Rescue Indonesia (VRI) bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas Jeep JK One Rubicon yang diketuai Mayjen TNI (Purn) Helly Guntoro, PSMTI, serta TNI AD melalui Kodim 0714/Salatiga.
Masyarakat sekitar menyambut positif pembangunan ini dan berharap penyelesaian jembatan dapat dipercepat sehingga akses antarwilayah menjadi lebih aman dan nyaman. (*)






