Lonjakan Harga Cabai di Salatiga: Cuaca Ekstrem Tekan Stok, Warga Kian Terbebani

- Editor

Selasa, 10 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Imam Prabowo

SALATIGA | BL – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia membawa dampak nyata pada sektor pertanian, terutama pada produksi cabai. Di Kota Salatiga, pasokan cabai yang menipis akibat hasil panen yang tidak optimal membuat harga komoditas ini melonjak tajam dalam tiga hari terakhir.

Jimin (55), seorang pedagang sayuran di Pasar Blauran 1, mengungkapkan bahwa harga cabai keriting kini melesat dari Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Tidak hanya itu, cabai rawit merah naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram, sementara cabai teropong bahkan mencapai Rp 50 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 20 ribu.

Baca Juga  Pengurus PWI Jateng 2025–2030 Resmi Dilantik, Diapresiasi sebagai Pengurus yang Komplet dan Kompak

“Meski harga naik, pembeli tetap ada. Bahkan, cabai layu atau busuk yang lebih murah banyak diminati untuk campuran masakan,” kata Jimin saat ditemui besoklagi.com, Senin (9/12/2024).

Kenaikan harga cabai juga dirasakan memberatkan pembeli. Ibu Senin (55), warga Tegalrejo, Salatiga, mengeluhkan lonjakan ini yang semakin menambah beban ekonomi rumah tangga.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis: SPPG Wasyal 1 Kesongo Jadi Percontohan, Layani Ribuan Siswa Setiap Hari

“Kebutuhan dapur makin mahal. Selain cabai, harga minyak dan beras juga belum turun. Beras saja sekarang Rp 16 ribu per kilogram, padahal dulu Rp 12 ribu,” ungkapnya.

Menurut Ibu Senin, kenaikan harga ini mempengaruhi alokasi pengeluaran bulanan keluarganya. “Biasanya uang belanja cukup untuk satu bulan, sekarang tidak mencukupi. Harapan kami harga kebutuhan pokok segera stabil,” keluhnya.

Baca Juga  Truk Tronton Alami Gangguan Rem, Tabrak Tiga Kendaraan di Simpang Empat Gamol

Kenaikan harga cabai dan kebutuhan pokok lainnya mendorong masyarakat untuk meminta pemerintah segera mengambil tindakan. Solusi seperti operasi pasar atau bantuan distribusi bahan pangan diharapkan dapat menstabilkan harga di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Cuaca yang tidak menentu selama beberapa minggu terakhir telah menjadi tantangan besar bagi petani dan pedagang. Di sisi lain, dampaknya langsung dirasakan oleh konsumen yang harus menghadapi harga kebutuhan pokok yang terus melambung.

Baca Juga  BAZAR TERBESAR DAN PERTAMA BOCOROCCO DI MALL@ALAM SUTERA

Masyarakat Salatiga berharap pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat segera merespons situasi ini untuk meringankan beban ekonomi mereka. “Kami butuh solusi konkret, bukan hanya janji,” kata seorang pembeli di pasar dengan penuh harap. (*)

Berita Terkait

Cetak SDM Berstandar Global, LPK Serbaindo Kirim Ratusan Tenaga Kerja ke Jepang
Exit Tol Pattimura Segera Dibangun, Kontrak Resmi Ditandatangani
Kodim 0714/Salatiga dan Polres Semarang Perkuat Pengamanan Mudik di Rest Area KM 456 A
Bazar Murah Ramadan Korem 073/Makutarama Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Wali Kota dan Kapolres Salatiga Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026
Ramadhan Penuh Berkah, JSIT Jateng Resmikan Kantor Baru dengan Aksi Sosial
Ribuan Miras dan Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Jelang Operasi Ketupat Candi 2026
Dandim 0714/Salatiga Tutup TMMD di Desa Pucung, Jalan Cor 748 Meter Berhasil Diselesaikan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 03:43

Cetak SDM Berstandar Global, LPK Serbaindo Kirim Ratusan Tenaga Kerja ke Jepang

Rabu, 1 April 2026 - 07:57

Exit Tol Pattimura Segera Dibangun, Kontrak Resmi Ditandatangani

Kamis, 19 Maret 2026 - 04:49

Kodim 0714/Salatiga dan Polres Semarang Perkuat Pengamanan Mudik di Rest Area KM 456 A

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:25

Bazar Murah Ramadan Korem 073/Makutarama Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:57

Wali Kota dan Kapolres Salatiga Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:56

Ribuan Miras dan Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Jelang Operasi Ketupat Candi 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:59

Dandim 0714/Salatiga Tutup TMMD di Desa Pucung, Jalan Cor 748 Meter Berhasil Diselesaikan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:32

Satu Tewas dan Tiga Luka dalam Kecelakaan Tiga Truk di Tol KM 431 Kabupaten Semarang

Berita Terbaru